0
Asal Mula Nama Nareh
Sebelum dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2000 

Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, adalah sebuah kanagarian yang bernama “ Nareh III Koto ”Yang termasuk III Koto Nareh itu adalah, Naras I (Koto I/Jorong I), mulai dari perbatasan Manggung, sampai ke jembatan Nareh. Nareh II (Koto II/.Jorong II),mulai dari Jembatan Nareh sampai ke Stasiun Nareh . Dan Koto III( Jorong III, adalah:

Sintuk Sungai Rambai (Koto III/Jorong III). Setelah diundangkannya Undang-Undang

Nomor 8 Tahun 2000, maka kini Nareh dipecah menjadi 6 Desa, yaitu Nareh I, Nareh Hilia, Balai Nareh, Padang Biriak-Biriak, Sintuak dan Sungai Rambai. 

Asal-usul Kata Nareh berasal dari nama seorang wanita
yaitu Si Nareh, kata Sutan Roslan, pada Piaman Ekspos, di Mesjid Balai Nareh, Rabu (24/3).

Wanita ini berasal dari Luhak Bukittinggi..Karena ia bertengkar dengan saudaranya, maka ia pergi meninggalkan Bukittinggi, dengan jalan menyusuri sungai Batang Nareh, yang muaranya di Surau Labuang, kini, katanya. Dimuara Batang Nareh (Surau Labuang), Nareh membuat pondok. Dan karena warga yang
datang kemudian, kasihan melihat keadaan Si Nareh, maka ia dikawinkan dengan salah
seorang anak pendatang baru tadi. 

Si Nareh bersama suaminya, manaruko dan membuat sawah didekat Balai Nareh (Sintuk) kini. Karena itu sawah yang ada di Sintuak itu adalah milik orang Nareh I. Dengan berkembangnya warga, maka ninik mamak berkeinginan membuat suatu nagari. Dan syarat berdirinya sebuah nagari, harus ada masajik, balerong, pandan pakuburan dan medan nan bapaneh. Masajik yang paling tuo di Nareh adolah Suruah Ketek, kini. Atas kesepakatan bersama, maka nagari itu diberi nama Nareh (Sinareh). Dan Nareh itu terdiri dari III Koto., Koto I, yaitu Nareh I sekarang, yang batas, dari

Manggung sampai Jembatan Nareh. Koto II, batasnya dari Jambatan Nareh sampai Stasiun
Nareh. Dan, Koto III, dari sawah Sintuak sampai ka Sungai Ambai, kata Roslan.

Posting Komentar

 
Top